Beberapa hal untuk kita tertawakan: Kopi Sasetan

Kopi sasetan… sebungkus cuma seribuan. Ada macam-macam variannya. Ada kopi susu–berampas maupun tanpa ampas–, moka, 3in1, dan yang dibahasakan agak keren seperti cappucino, latte, dan mochacino. Dalam penyajiannya, beberapa merek cappucino membuat kopi saset seribuannya malah lebih fancy lagi dengan serbuk coklat yang ditabur di atas cappucino yang kebanyakan buih. Fenomena kopi saset seribuan…

View On WordPress

"Kita sering berlaku bias pada sebuah kabar buruk. Saat keguguran, kita terlalu mengasihani calon ibu yang nelangsa daripada calon bapak yang bingung bagaimana menghibur istrinya. Saat kaki kiri diamputasi, kita terlalu memikirkan yang hilang daripada si kanan yang akan menanggung beban lebih berat sendirian. Saat sebuah cerita dua manusia usai—karena kematian atau perpisahan yang emosional—, kita menilai perempuanlah yang paling menderita sampai lupa bagaimana laki-laki sulit memaafkan dirinya."
"Aku punya semacam trauma, terhadap kata-kata yang kukeluarkan sendiri. Semakin sering aku berkata, semakin nampak jelas di mataku kebodohanku. Sering, aku berharap tak pernah mengatakan ini dan itu. Jika itu tweet, status, atau blogpost, sesal bisa ditindaklanjuti dengan menghapusnya. Tapi yang telah terucap lisan takkan dapat ditarik kembali. Maka yang dapat kulakukan adalah memperhatikan apa yang akan kukeluarkan dari mulutku dan, mungkin yang lebih penting, menjaga apa yang masuk ke dalam kepalaku."

— (via yasirmukhtar)

ketika dua pilihan aktif beririsan\sifat memilih itu sendiri telah hilang\dan narasi-narasi setelahnya hanya pelengkap\biar hidup lebih sigap\

yang terpenting kita siap berpetualang menapaki jejak kebiasaan\sebelum membangun keping puzzle peradaban\

jalan ini tidak mudah\karena kita akan berjalan bersama sampai tua\sampai dipisahkan maut\begitu titah Tuhan setelah kita berpaut\

Tags: puisi

"Sering kita merasa telah mengenal seorang perempuan dengan sangat baik dan menikmati perguliran aksi-reaksi dalam bercengkrama dan menunjukkan kasih sayang. Tapi, kadang kita alfa, karena laki-laki biasanya kurang peka, bahwa jauh di sana seorang perempuan sedang menahan sesuatu, seperti adik yang menunggu kakaknya pulang untuk bercerita, teman dekat yang menunggu dilamar, atau ibu yang rindu pada anaknya di perantauan."
"Untuk apa paham mana yang benar, tetapi hati tidak tunduk pada kebenaran?"

— Seorang ustadz di @radiorodja (via syofarahalimah)

"Perjuangkanlah orang-orang yang telah berkorban dan selalu ada untukmu, walaupun sekadar menghiburnya di saat sedih, menyelamatinya, atau mengantarkannya pergi."
"Jagalah dirimu seperti dia menjaga dirinya."

Menyoal Keadilan

Mari bercerita tentang supir. Saya tinggal tidak jauh dari pangkalan angkot. Di pangkalan angkot ini, mikrolet berangkat setiap 5 menit.

Jadwal meluncur dari pangkalan sudah disepakati begitu. Fair enough, ada jadwal dan ada interval, jadi harapannya tidak overlap. Bagaimanapun rezeki tiap supir angkot itu beda-beda. Ada yang penuh, ada yang kosong–dan yang kosong tidak boleh ngetem, karena ada…

View On WordPress

"Tampaknya, fokus itu adalah soal keberanian menolak."

— (via wahyuawaludin)